WELCOME TO MY BLOG

Total Tayangan Laman

GRAFFITI ART STREET

Rabu, 12 Mei 2010

graffiti

GRAFFITI

Sekelompok pasukan dengan mengenakan sweater dan masker sambil menenteng cat semprot di tangan mulai berjalan menelusuri jalan-jalan di Jakarta. Beberapa saat mereka sempat berdiam diri di bawah fly over, dengan pandangan penuh arti menatap tembok-tembok yang kosong dan kusam tersebut. Sedetik kemudian tangan-tangan mereka mulai menyemprot tembok tersebut dengan cat semprot. Tidak ada yang tahu apa yang mereka ciptakan saat itu, sampai keesokan paginya para pengguna jalan mulai terheran-heran dengan karya para bomber tersebut. Dan karya inilah yang kita kenal sebagai ?graffiti?.

Graffiti sendiri berasal dari bahasa Itali yaitu ?graffito? dan akhirnya populer dengan sebutan graffiti. Tidak ada yang mengetahui secara jelas kapan seni yang satu ini mulai populer di dunia, yang jelas beberapa bukti menunjukan bahwa graffiti sudah ada pada masa pemerintahan kerajaan Roma. Graffiti pun mulai mengalami perubahan dari masa ke masa dan akhirnya sekarang lebih kita kenal dengan modern graffiti. Di beberapa negara grafitti menjadi sebuah hal yang melanggar hukum, di Indonesia sendiri belum jelas pasal-pasal mengenai hal yang satu ini. Jika para bomber tertangkap tangan, mereka hanya harus menghapus karya mereka tersebut. Graffiti sendiri bisa menjadi sarana para bomber untuk menyuarakan jiwa sosial mereka. Namun kini graffiti justru lebih condong sebagai salah satu bentuk kreativitas dalam hal seni.

It?s My Style

Aliran atau gaya dalam graffiti cukup banyak, namun ?tag? merupakan salah satu dasar yang harus dimiliki oleh para bomber. Tag merupakan gaya dalam menulis atau membuat gambar-gambar atau tulisan sehingga menarik, biasanya para bomber memiliki ciri khas masing-masing pada tag-nya tersebut. Selain tag ada pula yang disebut throw-up atau biasa disebut fill-in, ini adalah sebuah teknik menggambar dengan sangat cepat dengan menggunakan dua hingga tiga warna, di mana kecepatan menjadi tujuan utama dalam gaya yang satu ini.

Paling seru dalam graffiti ialah apa yang di sebut dengan wildstyle. Gaya ini adalah sebutan di mana seorang bomber dapat melakukan apa saja, baik itu dari segi desain atau pun pemilihan warna, dan karya yang paling ekstrim menjadi sesuatu yang paling menarik di sini. Para bomber pun saling menghasilkan karya-karya yang terkadang membuat seseorang harus memperhatikan dengan seksama maksud dan arti dari karya-karya mereka tersebut.

Radical And Political

Graffiti juga memiliki reputasi yang cukup buruk di mata pemerintah hampir di seluruh negara, karena graffiti dituduh sebagai media yang paling frontal untuk menghujat atau pun mengkritik secara keras sebuah pemerintahan di sebuah negara. Walau pun kini banyak grafiti yang telah meninggalkan cara seperti itu, namun tetap saja pemerintah masih banyak yang tidak setuju dengan hal yang satu ini. Bisa dibilang seni ini merupakan sebuah seni yang termasuk kategori underground. Bisa dibilang demikian karena kegiatan ini dilakukan secara diam-diam dan biasanya dilakukan pada malam hari. Membicarakan graffiti dan politik maka tidak akan lepas dengan seorang tokoh yang bernama Alexander Brener. Ia lah yang pertama kali membawa politik ke seni, dan ia juga lah yang pertama kali menyuarakan politik lewat media yang satu ini.

Decorative And High Art

Graffiti sekarang mulai memasuki masa keemasannya, selain di Indonesia sendiri, di Amerika atau tepatnya di Brooklyn Museum sering diadakan pameran graffiti yang kini disebut juga sebagai seni kontemporer. Berbagai bomber profesional seperti Crash, Lee, Daze, Keith Haring dan Jean-Michel Basquiat menjadi pahlawan dalam seni graffiti. Sekitar 22 bomber ikut berpartisipasi dalam pameran ini. Lain di Amerika lain pula di Australia. Negara yang satu ini bahkan menjadikan graffiti sebagai lomba publik yang selalu memiliki jumlah peserta yang sangat banyak.

Graffiti Against The Law

Di Amerika lah graffiti pertama kali ditemukan, karena semakin banyaknya bomber-bomber yang membom-bardir sudut-sudut kota di Amerika, akhirnya pemerintah mulai menyediakan sebuah lahan untuk para bomber mengekplorasikan karya-karya mereka. Di Philadelphia misalnya. Pada tahun 1984, Philadephia Anti-Graffiti Network (PAGN) yang tadinya sangat menentang seni ini akhirnya meciptakan sebuah program yang diberi nama Mural Arts Program. Program ini menyediakan tempat yang sangat layak, namun jika para bomber tersebut membuat graffiti di luar wilayah tersebut, maka hukuman yang berat pun harus siap mereka terima.

Graffiti Sebagai Pesan Politik

Awas anjing galak! Ternyata merupakan bagian dari graffiti kuno. Hah? Dan kalau Belia suka narsis trus nyambung ke corat-coret tembok, akarnya bisa ditemui di sebuah sekolah gladiator. Bayangkan seorang gladiator perkasa, Celadus Crescens, saking narsisnya bikin graffiti dengan tulisan Suspirium puellarum Celadus Thraex yang kalau diartikan kira-kira "Celadus sang penghancur membuat gadis-gadis menarik nafas". Ciee.. Masih banyak lagi istilah modern yang ternyata berawal dari graffiti klasik, seperti Mansveta tene "handle with care.

Graffiti diambil dari bahasa Italia, graffiato yang merupakan bentuk lampau dari graffiare, membuat goresan. Lalu dirunut ke akar kata Latinnya yaitu graphein, berarti menulis. Sejarahnya, penggunaan kata graffiti digunakan untuk menjelaskan arti coretan, gambar yang ditemukan di tembok atau reruntuhan bangunan kuno kota Roma. Artinya lalu berevolusi dengan mencakup berbagai coretan di berbagai permukaan tempat umum atau pribadi, tanpa izin, yang bisa dikategorikan sebagai vandalisme.

Penghinaan, pesan politik, hingga pernyataan cinta bisa ditemukan di reruntuhan pasca bencana gunung berapi Vesuvius, di kota Pompeii-Italia. Kehidupan jalanan yang sering kita jumpai di tembok kota modern. Graffiti dengan gaya modern pertama ditemukan di kota Yunani kuno, Efesus, kini dikenal dengan Turki. Graffiti ini bergambar telapak tangan, telapak kaki, uang, dan sebuah gambar hati. Hmm.. Apakah lagi-lagi berbau romantis? Beberapa ahli menggambarkan ini justru memiliki arti promosi prostitusional. Kok, bisa ya? Uniknya lagi, kebiasaan orang Romawi ketika melihat graffiti adalah gatel untuk menambah-nambah tulisannya. Apalagi kalau ternyata dia kenal dengan sang pembuat tulisan, atau setuju dengan yang tertulis di sana.

Bukan hanya orang Romawi dan Yunani aja yang punya sejarah graffiti. Situs kuno suku Maya di Guatemala, juga memiliki contoh kuno graffiti. Bangsa Viking juga menorehkan coretan mereka di Roma dan Irlandia, bangsa Varangians iseng menulis di Hagia Sophia, Konstantinopel. Bangsa Irlandia kuno membuat coretan di batu, bentuk alfabet kuno bernama Ogham. Beberapa contoh terakhir mungkin enggak bisa kita sebut sebagai graffiti, dalam pengertian modern, tapi para ahli sejarah mengkategorikannya demikian.

Masa penjajahan dan kolonialisme secara tidak langsung mempercepat serta memperluas perkembangan graffiti. Tahun 1790, ketika Napoleon mencoba menaklukan Mesir, para prajuritnya membuat coretan di situs bersejarah bangsa penyembah Ra ini. Lalu kebiasaan meninggalkan tanda seperti, "Joni was here", yang kita temukan di berbagai tempat wisata, WC umum atau bahkan di puncak gunung. Itu berawal dari kebiasaan para tentara di Perang Dunia II. Termasuk salah satu bentuk graffiti paling populer ketika itu adalah Mr. Chad, gambar muka dengan sepasang mata serta hidung yang menggantung, beserta tulisan "What No".

Era meninggalkan tanda ini masih belum masuk ke dunia gang, hingga akhir abad 20, walaupun masih ilegal tentunya. Seniman graffiti illegal pertama yang kasusnya dibukukan adalah Cornbread, dari Philadelphia. Cornbread sudah mulai menggunakan media cat semprot untuk menghasilkan karyanya. Perkembangan gangster, di daerah ghetto di Amerika menyulut perkembangan graffiti yang lebih modern dengan media cat semprot serta tagging yang unik dari para senimannya. Graffiti di gang, sering digunakan untuk menyampaikan pesan politik kepada lawan, atau untuk mengenang pahlawan mereka. Ketika Notorious B.I.G dan Tupac Shakur meninggal dan menyisakan perang panjang antara East Coast dan West Coast, nama mereka diabadikan di berbagai tembok dengan graffiti.

Graffiti? Menggunakan Pilox Sebagai Alat Propaganda

Dua orang pemuda tidak jelas memakai balaclava dan di tangannya tergenggam pilox sebagai "senjata aksi". Keduanya terlihat asyik mencorat-coret tembok yang awalnya putih bersih. Sesekali mereka melihat ke kanan-kiri untuk memastikan tidak ada seorangpun yang melihat mereka "beraksi".

Apa yang dilakukan mereka?

Banyak orang mengatakan yang dilakukan orang-orang tadi adalah bombing. Kesannya seperti menjatuhkan bom ke sebuah tempat layaknya anjing keparat Israel yang menghujani Gaza saat ini dengan bom-bom pengecut mereka. Tapi tentu bukan ini yang dimaksud. Namun bisa jadi juga itu yang mereka inginkan karena keterbatasan mereka. Segala kemungkinan & keinginan bisa saja terjadi tergantung motif dibelakangnya.

Kembali ke masalah bombing tadi, coretan atau gambar yang mereka tuangkan lebih dikenal dengan sebutan Street Art atau lebih ngetrend lagi disebut graffiti. Grafitti sendiri berasal dari bahasa Itali yaitu "graffito" atau "graphein" (Yunani) yang berarti menulis. Populer dengan sebutan graffiti. Dia adalah kegiatan yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan biasanya cat semprot kaleng. Tidak ada yang mengetahui secara jelas kapan seni yang satu ini mulai populer di dunia. Beberapa bukti menunjukan bahwa graffiti sudah ada pada masa pemerintahan kerajaan Roma. Disinyalir kebudayaan Mesir Kuno pun sudah mengenal ini. Dapat dilihat dari lukisan-lukisan di dinding Piramid yang mengkomunikasikan sebuah bahasa tertentu. Bahakan di Indonesia sekali pun, graffiti sudah begitu dikenal apalagi ketika jaman revolusi. Jargon Merdeka Atoe Mati begitu sering kita lihat dalam buku-buku sejarah. Betul kan?

Graffiti pun mulai mengalami perubahan dari masa ke masa dan akhirnya sekarang lebih kita kenal dengan modern graffiti. Pada perkembangannya tersebut, graffiti awal 70-an di Amerika dan Eropa menjadi sebuah jati diri kelompok yang menjamur di daerah-daerah urban. Namun karena citranya yang kurang bagus, graffiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, graffiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.

Oleh karena itu, di beberapa negara grafitti menjadi sebuah hal yang tabu bahkan kriminal, di Indonesia sendiri belum jelas pasal-pasal mengenai hal yang satu ini. Jika para bomber (sebutan untuk para pembuat grafitti) tertangkap tangan, mereka hanya harus menghapus hasil kerja mereka tersebut.

Berbeda dengan Amerika Serikat, setiap negara bagian memiliki peraturan sendiri untuk masalah ini. San Diego, California, New York telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa graffiti adalah kegiatan ilegal. Di Philadelphia tahun 1984 dibentuk Philadephia Anti-Graffiti Network (PAGN). Program ini menyediakan tempat yang sangat layak, namun jika para bomber tersebut membuat graffiti di luar wilayah tersebut, maka hukuman yang berat pun harus siap mereka terima.

Umumnya graffiti dijadikan sarana para bomber untuk menyuarakan jiwa sosial mereka. Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding. Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di graffiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.

Kegiatan graffiti sebagai sarana menunjukkan ketidakpuasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk Kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar. Di zaman modern, graffiti lebih sering bersifat provokatif. Misalnya terlihat pada perang Palestina-Israel. Juga berfungsi sebagai luapan emosi dari ketertindasan, ketidakadilan sosial, dan sebagainya.

Namun meskipun graffiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun graffiti tetap merupakan ekspresi yang harus dihargai. Sebab ia adalah merupakan perwujudan bentuk ekspresi atas kondisi yang ada. Mereka peduli dan sangat konsren atas sesuatu isu dan mencoba mempropagandakan agar apa yang terjadi bisa dirasakan orang lain juga.

Aliran atau gaya dalam graffiti cukup banyak. Namun pada umumnnya grafitti terbagi atas 3 hal; Radikal & Politis, Dekoratif, serta Melawan hukum. Isu-isu inilah yang selalu ditampilkan dari para bomber. Tiap bomber memiliki kecenderungan masing-masing atas pilihannya. Beberapa memilih graffiti-graffiti bertema sekedar dekoratif semata. Namun beberapa yang lain memilih tema-tema Against The Law seperti Cops Kill People With Guns, We Kill Cops With This!. Sedangkan yang lainnya memilih untuk melakukan bombing atas isu-isu sosial, politis seperti Free Palestine, Hancurkan Kapitalis & Sosialis, Save Palestine With Jihad, Jihad! Angkat Senjatamu Mujahidin! Hey Muslim Palestine Calls You, dll. Ini mereka lakukan sebagai bentuk kritik & kekecewaan mereka atas keadaan yang terjadi. Dan sangat mungkin karena ketidakmampuan mereka untuk memberikan bantuan yang sepantasnya. Lalu daripada tidak membantu sama sekali mereka mendorong orang agar mamu untuk memberikan konstribusi nyata bagi apa yang mereka propagandakan dalam graffiti-nya.

Bagi yang merasakan situasi sekarang ini, tentu semua paham akan kondisi yang terjadi. Terlebih bagi mereka yang merasa peduli akan sebuah kata yang namanya perubahan. Mungkin salah satu dari pilihan model graffiti ini bisa dijadikan sebagai alat propaganda. Karena graffiti telah dikenal cukup ampuh untuk mencela pemerintahan, membungkam para hipokrit dan mempropagandakan opini agar orang-orang mau berubah. So, pilihan ada di anda semua. Be a Bomber? Atau lebih dari itu? Menjadi seorang Jihady Bomber??? Semoga!

graffiti

Sedikit Tentang Graffiti

Graffiti adalah sebuah seni yang berkembang di jalanan perkotaan. Perkembangannya telah dimulai pada tahun 70an di benua Eropa. Pada awalnya graffiti digunakan sebagai identitas geng dan kelompok-kelompok tertentu. Graffiti dijadikan geng sebagai cara untuk menguasai suatu daerah.

Berbeda dengan Indonesia, graffiti sebenarnya sudah ada pada zaman penjajahan. Ketika itu graffiti dijadikan sebagai propaganda membangkitkan semangat bangsa melawan penjajahan Belanda. Dengan menuliskan tulisan seperti “Boeng Ajo Boeng !” di tembok-tembok walaupun dengan resiko yang besar seandainya ketahuan oleh pasukan Belanda(biasa dibilang kompeni).

Beberapa istilah dalam graffiti :

Bomb
Kegiatan atau proses yang sedang dilakukan ketika sedang membuat graffiti.

Piece
Setiap satu karya yang telah dibuat dalam satu kata atau singkatan.

Tag
Ciri khas atau bisa dikatakan tanda tangan yang disertakan pada satu piece atau tanpa disertai piece.

Drip
Cat yang meleleh karena terlalu tebal ketika disemprotkan.

Cans
Kaleng yang berisi cat yang digunakan untuk graffiti.

Caps
Ujung kepala Cans yang menghasilkan bentuk dan ukuran semprotan yang beragam.

Marker
Bisa dibilang spidol, namun spidol yang permanen dan kebasahan yang tinggi.

Sketch
Konsep graffiti yang ditulis di kertas.

Bomber
Seseorang yang membuat graffiti

Crew
Suatu kelompok graffiti yang terdiri dari beberapa bomber yang semuanya memiliki nickname masing-masing.

Wheat Paste
Gambar pada kertas yang dilekatkan pada dinding dengan menggunakan tepung.

Blockbuster
Sebuah piece yang berukuran sangat besar, panjangnya bisa mencapai belasan meter.

Stencil
Sebuah graffiti yang dibuat dengan menggunakan cetakan.

Masker
Penutup atau pengaman pernafasan pada saat Bombing.

Selasa, 30 Maret 2010

Obituari dan Biografi

Di depan Futura 2000 dan Zephyr bis
Anak-anak asli dari sketsa Makam
Zephyr dan Dondi

Komunitas grafiti baru-baru ini kehilangan salah satu yang paling berpengaruh dan dihormati anggota. Hal ini dengan penyesalan yang mendalam bahwa kami mengumumkan berlalunya Dondi.

Lahir Donald J. White, ke Italia dan Afrika-Amerika orangtua, Dondi adalah anak bungsu dari lima anak laki-laki. Ia lahir 7 April 1961 di Manhattan dan dibesarkan di Timur bagian New York Brooklyn. Sebagai seorang anak ia masuk sekolah Katolik, pengaruh yang kemudian muncul dalam lukisan-lukisannya.

Dia adalah anak yang sangat kreatif dan mengejar sebuah array yang menarik termasuk hobi memelihara hewan peliharaan dan burung merpati terbang. Pada awal tahun 70-an ia memulai karirnya sebagai grafiti Naco, anggota kru Brooklyn berbasis dikenal sebagai "The Odd Partners," yang termasuk Mickey 729 (alias TO), Movin '(alias TI 149), Hurst (aka IO ), JEE 2 (aka JAMES), IK (alias HULK), tanggul dan UPS 2, antara lain. The Odd Mitra mendominasi M, J dan LL garis pada pertengahan tahun tujuh puluhan. Dondi sering dikutip MICKEY, Hurst, budak dan NOC 167 sebagai pengaruh utama dalam pembangunan sebagai seniman grafiti.

Pada tahun 1977 ia menciptakan klik grafiti sendiri, CIA, singkatan dari perut CRAZY ARTIST. Yang terdiri dari para anggota TOP masih aktif dan beberapa yang lebih baru merekrut, CIA TOP kru melanjutkan tradisi dominasi BMT tapi mulai memfokuskan perhatian pada baris Nomor 2 IRT juga. Sebuah daftar pendek dari beberapa anggota CIA di akhir tahun tujuh puluhan termasuk: SID, KIST, duro, Lovin 2 (alias Aeron), PETE, ERIC (alias DEAL), Z-RO, GREG 167, Rasta CIA dan KID 56, antara lain .

Berlangganan Dondi sepenuh hati kepada sistem magang grafiti umum dalam masyarakat. Dia cepat untuk memberikan panduan dan nasihat kepada teman dan pengikutnya. Garis besar dia ciptakan untuk sesama anggota awak dan sering membantu mereka dalam pelaksanaan mereka potong. Selama bertahun-tahun ia membantu membina bakat-bakat yang tak terhitung graffitists, banyak di antaranya membuat mereka sendiri kontribusi signifikan bagi budaya.

Pada tahun 1979, bersahabat dengan mencatat Dondi fotografer Martha Cooper. Dia mulai memotret pekerjaannya dan melanjutkan untuk mendokumentasikan lukisan seluruh mobil yang berjudul Children of the Makam Bagian 3 di kereta Banyak Baru halaman pada 31 Mei 1980. Foto-foto ini, yang sekarang muncul di buku legendaris Subway Art (Thames & Hudson, 1984), adalah yang pertama menampilkan graffitist "di belakang garis musuh" dan mewakili risiko yang sangat besar dengan mengekspos penulis dunia rahasia. Meskipun kontroversial, mereka indah dan penting tembakan yang berhasil mengungkapkan banyak misteri sekitar kereta lukisan dalam cara yang paling elegan.

Pada musim panas 1980, Dondi berpartisipasi dalam sebuah proyek yang disebut "Esses Studio." Itu adalah dua bulan usaha di mana atas seniman pada saat itu diundang untuk melukis kanvas di studio setting. Proyek ini didanai oleh pelindung seni bernama Sam Esses. Konsep proyek ini sederhana: untuk mempertahankan pekerjaan luar biasa yang dilakukan di kereta bawah tanah. Segera setelah dia menemukan seni grafitti, Esses terkejut mengetahui bahwa pekerjaan itu secara sistematis dihapus oleh MTA. Kemudian, melalui desakan temannya KEL139, DONDI datang dan melukis di studio. New York graffiti budaya pada waktu itu agak terpecah-pecah dan penulis yang terisolasi dari satu sama lain. Interborough aliansi yang jarang terjadi karena banyak persaingan tua bersikeras. Dengan 20/20 hindsight Ini menjadi jelas bahwa "Graffiti Studio 1980" dikatalisasi renaisans grafiti dari 80-an; di bagian karena berfungsi sebagai konvensi jaringan besar yang energi baru, aliansi dan berfokus bermunculan sebagainya. Dalam dua bulan yang singkat, banyak isolasi yang dirasakan oleh berbagai faksi menulis dihapus.

Dondi muncul dari studio dengan arah yang baru. Dua kelompok tertentu pada waktu itu, "The Soul Artists" dan "Fashion Moda," terlibat dalam grafiti bergerak ke dalam galeri. Dondi melakukan banyak dari lukisan kereta api yang sangat terbaik di periode ini (akhir 1980-an dan '81); tetapi juga memusatkan perhatiannya pada menciptakan kanvas pertamanya. Melalui hubungannya dengan The Soul Artists, ia menjadi bagian dari seni Village Timur merayakan ledakan awal hingga pertengahan '80-an. Dia dipamerkan di berbagai galeri East Village kecil, yang paling penting "The Fun Galeri", yang juga dipamerkan orang seperti Futura, CRASH, Keith Haring, Jean-Michel Basquiat, Fab-Lima Freddie dan Kenny Scharf.

Lukisan-lukisannya dan gambar yang diberikan dengan cermat karya, sering menampilkan "penelitian" dari huruf, angka-angka dan simbolis ikon seperti StayHigh 149's (suci) tongkat. Dia menggambarkan keadaan-Nya sendiri melalui prasasti di atas kanvas (misalnya: "Gladiator dari benua gelap terus pertempuran di atas tanah sampai menyembuhkan kebutaan"). Ia teringat kenangan masa kecil melalui gambar becak dan sen-farthings. Ia terinspirasi oleh karya Leonardo DaVinci dan cenderung untuk "referensi" di tengah karya DaVinci sendiri.

Dondi juga merupakan pusat kota reguler di klub-klub malam, yang sering "The Roxy" dan "Negril," klub pertama yang memperkenalkan musik hip-hop untuk ke-towners. Dia melakukan seni untuk Rock Steady Crew di awal tahun dan melakukan sampul album untuk Malcolm McClaren tinggal ke hip-hop, Buffalo Gals. Ia ditampilkan dalam semua "tindakan" sekuens dalam film Wild Style, menyamar sebagai Zoro, karakter utama, ketika Lee memilih untuk berbaring rendah. Dia juga melukis "Zoro" melatih ditampilkan dalam film. Cooper seri yang telah disebutkan sebelumnya, serta Henry Chalfant's photos dari seluruh-mobil, yang ditampilkan dalam Subway Art. Meskipun seluruh mobil ini telah datang untuk mewakilinya, itu benar-benar karyanya dalam mendefinisikan ulang "gaya liar" huruf mana Dondi Putih membuat kontribusi yang paling signifikan bagi budaya.

Bekerja dengan daftar yang tampaknya tak berujung nama samaran, DONDI reappraised pengertian tentang gaya. Beberapa nama yang digunakan pada kereta termasuk: BUS 129, MR. WHITE, PRA, POSE, ROLL, 2 BANYAK, dan ASIA. Karyanya menekankan dinamika dan bentuk huruf di atas makna, dengan fokus pada bentuk dan penjajaran. Dondi itu penuh kasih disebut sebagai "Gaya Master Umum," seperti yang umum diterima bahwa ia adalah seniman yang menetapkan standar untuk seni grafiti di masanya. Surat-surat yang dia ciptakan berdua akrobatik dan aerodinamis di alam dan komitmen mereka untuk logam dengan presisi yang luar biasa.

Pada 1983, Dondi menunjukkan kanvas-nya secara teratur di Eropa. Dia diwakili oleh pedagang seni Belanda, Yaki Kornblit, selama beberapa tahun dan pergi ke pameran lukisannya di seluruh Eropa untuk banyak tahun delapan puluhan. Pada bulan Mei tahun 1992, ia tampil dalam "The Legacy," pameran retrospektif di The Rempire galeri di Soho dan kemudian pada tahun yang sama dinobatkan oleh "Groninger Museum" di Groningen, Belanda dalam sepuluh tahun retrospektif. Pada tahun 1995, ia adalah bagian dari "Lima belas tahun di permukaan" media cetak dan menunjukkan portofolio yang diselenggarakan oleh CRASH. Selama beberapa tahun terakhir, Dondi menciptakan kolase, nyeri-stakingly rinci karya yang menggabungkan gambar pensil yang indah dengan cetak biru dari sistem kereta bawah tanah. Ia menghabiskan waktu berbulan-bulan pada masing-masing, dan hasil yang spektakuler.

Dondi adalah yang terbaik dan dicintai oleh banyak orang. Dia menyentuh begitu banyak di antara kita dengan kehidupan, cinta dan karya seni yang fantastis. Bagian dari warisan adalah karya seni indah tersisa bagi kami untuk menikmati dan belajar dari. Dondi White meninggalkan kami Friday October 2nd. Dia meninggal di rumah di perusahaan keluarga dan teman-teman, setelah lama sakit.

SNEAKERS

SNEAKERS

Apakah itu sneakers? Mungkin temen-temen udah ada yang tau. Ku jelaskan lagi sneakers merupakan profesi seseorang yang kerjanya membuat graffiti mini pada sepatu namun seorang sneakers lebih kreatif karena membuatnya membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Dan seorang sneakers sangat langka dalam arti hanya sedikit orang yang bisa kerena membuatnya teramat sangat susah dan kalau boleh jujur saya pun masih dalam tahap belajar untuk menjadi seorang sneakers.

Silahkan download video di bawah ini, yaitu seorang sneakers yang sedang membuat graffiti di sepatu. Untuk mendownload vidieonya Klik disini

Di Indonesia sepertinya masih belum banyak orang yang bisa, namun di luar negeri seorang sneakers sangat banyak bahkan tidak hanya laki-laki perempuan pun ada yang menjadi seorang sneakers.

Padahal alat dan bahan untuk membuat graffiti di sepatu ini sangat simple, yaitu kuas, cat khusus namun cat kayu kemungkinan juga bisa, pensil, sepatu, spidol khusus. Pensil untuk membuat sketsa di sepatu, sepatu sebagai medianya, cat sebagai warnanya, kuas sebagai alat untuk mengecatnya.

Tarif untuk membuat graffiti mini ini lumayan mahal. Kebanyakan sepatu yang di pakai untuk membuat graffiti mini ini yaitu sepatu sport dan vans. Dan warna sepatu yang sering di pakai yaitu warna putih dan hitam.

Pendapat Ade (reporter kompas) tentang graffiti

Pendapat Ade (reporter kompas) tentang graffiti

Seni Graffiti atau seni corat-coret bukanlah fenomena baru di masyarakat. Awalnya, seni ini digunakan sebagai salah satu bentuk bentuk protes kepada dunia politik atau apapun lewat coretan di tembok pinggir jalan. Namun, dalam perkembangannya aksi ini malah berubah fungsi menjadi seni.

Seperti halnya kelompok graffiti, Artcoholic. Komunitas graffiti yang terbentuk pada pertengahan 2001 ini, merupakan sekumpulan mahasiswa seni dan desain grafis beberapa universitas di Jakarta. Lihat saja kegiatan komunitas graffiti yang tampak sedang beraksi corat-coret di lapangan jalan Wijaya, Jakarta Selatan ini.

Sayangnya, dalam mengekspresikannya karya seni ini, kurang mendapat dukungan pemerintah, dalam hal ini DKI Jakarta. Karena niat para mahasiswa ini, ingin menuangkan isi hati dan menghibur orang-orang di jalan. Meski aksi mereka ini sering sekali berurusan dengan pihak aparat keamanan.

Graffiti a Powerful Weapon

Graffiti a Powerful Weapon

Masih ingat zamannya vandalisme anak-anak sekolah yang suka mencoret-coret properti publik dengan nama sekolah mereka seperti ”Boedoet” atau ”Rasta” dengan cat semprot dan bentuk coretan yang asal jadi. Mereka menganggap makin banyak coretan nama sekolah di kota, makin kuat sekolah mereka.

Begitu juga dengan sub kultur graffiti sebagai urban art. Seperti yang diceritakan dalam film ”Bomb the System”, Graffiti bisa menjadi sebuah senjata yang berbahaya.

Dalam scene graffiti, reputasi dan ”pride” seorang graffiti artist ditunjukan dari karya-karyanya. Ketika karya itu mengalami ”going over” atau ”slashing”, sama dengan harga diri yang diinjak-injak.

Going over graffiti berarti menggambar di atas gambar lain. Hal ini sebagai simbol agresi dari seorang artis terhadap artis lain yang gambarnya di-go over. Tapi ada beberapa jenis go over yang masih dianggap wajar dan tidak memicu agresi.

Tag di go over sebuah throw up, throw up di go over sebuah piece. Biasanya go over seperti ini tidak memancing insiden apa pun. Yang menyimpangi etika ini, misalnya dengan menggambar graffiti tingkat rendah di atas graffiti dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi sama saja dengan sebuah hinaan. Menganggap si empunya graffiti sebagai “toy” atau derajat terrendah dalam scene graffiti.

Sedangkan slash adalah mencoret graffiti orang lain. Walaupun lebih sederhana daripada going over, slash bermakna hinaan yang lebih dalam daripada going over. Slashing juga sering disebut dengan marking dan capping. Istillah capping sendiri berasal dari seorang graffiti artist bernama Cap yang melakukan slashing di semua transit car di New York.

teknik seni grafis

teknik seni grafis

Teknik seni grafis dapat dibagi dalam katagori dasar sebagai berikut :

Cetak relief, di mana tinta berada pada permukaan asli dari matrix. teknik relief meliputi: cukil kayu, engraving kayu, cukil linoleum/linocut, dan cukil logam/metalcut.

Intaglio, tinta berada di bawah permukaan matrix. teknik ini meliputi: engraving, etsa, mezzotint, aquatint,chine-collé dan drypoint;

planografi di mana matrix permukaannya tetap, hanya mendapat perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan image/gambar. teknik ini meliputi: litografi, monotype dan teknik digital

stensil, termasuk cetak saring dan pochoir.

Teknik lain dalam seni grafis yang tidak temasuk dalam kelompok ini adalah ‘kolografi’ (teknik cetak menggunakan kolase), proses digital termasuk giclée, medium fotografi serta kombinasi proses digital dan konvensional.

Kebanyakan dari teknik di atas bisa juga dikombinasikan, khususnya yang berada dalam kategori sama. Misalnya, karya cetak Rembrandt biasanya secara mudah disebut dengan “etsa”, tapi seringkali dipakai juga teknik engraving dan drypoint, dan bahkan kadang-kadang tidak ada etsa-nya sama sekali.
cukil kayu

Cukil kayu , adalah salah satu teknik cetak relief, merupakan teknik seni grafis paling awal, dan merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur. Kemungkinan pertama kali dikembangkan sebagai alat untuk menciptakan pola cetak pada kain, dan pada abad ke-5 dipakai di Tiongkok untuk mencetak teks dan gambar pada kertas.

Teknik cukil kayu di atas kertas dikembangkan sekitar tahun 1400 di Eropa, dan beberapa waktu kemudian di Jepang. Didua tempat ini, teknik cukil kayu banyak digunakan untuk proses membuat gambar tanpa teks.

Seniman membuat skets terlebih dulu pada sebidang papan kayu, atau di kertas yang kemudian ditransfer ke papan kayu. Tradisionalnya, seniman kemudian menyerahkan rancangannya ke ahli cukil khusus, yang menggunakan peralatan tajam untuk mencukil bagian papan yang tidak akan terkena tinta. Bagian permukaan tinggi dari papan kemudian diberi tinta dengan menggunakan roller, lalu lembaran kertas, yang mungkin sedikit lembab, ditaruh di bawah papan. Kemudian papan digosok dengan baren (alat yang digunakan di Jepang) atau sendok, atau melalui alat press. Jika memakai beberapa warna, papan yang terpisah dipakai untuk tiap warna.
engraving

Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari engraving (ukiran halus) yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka. penggunaan alat yang disebut dengan burin merupakan ketrampilan yang rumit. Pembuat engraving memakai alat dari logam yang diperkeras yang disebut dengan burin untuk mengukir desain ke permukaan logam, tradisionalnya memakai plat tembaga. Alat ukir tersebut memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis garis yang berbeda-beda. Seluruh permukaan plat diberi tinta, kemudian tinta dibersihkan dari permukaan, yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Kemudian plat ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas (seringkali dibasahi untuk melunakkan). Kertas kemudian mengambil tinta dari garis engraving (bagian yang diukir), menghasilkan karya cetak.
etsa

Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving, drypoint, mezzotint dan aquatint. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg, Jerman, yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. Kelebihannya adalah, tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam, etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu, pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta, bagian permukaan rendah menahan tinta. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga, seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing, sehingga bagian logamnya terbuka. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). Setelah itu, lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat, dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving.
aquatint

Adalah variasi dari etsa. Seperti etsa, aquatint menggunakan asam untuk membuat gambar cetakan pada plat logam. Pada

teknik etsa digunakan jarum untuk menciptakan garis yang akan menjadi warna tinta pekat, aquatint menggunakan serbuk

resin yang tahan asam untuk menciptakan efek tonal.

Kebanyakan karya-karya grafis Goya menggunakan teknik aquatint.
mezzotint

Salah satu cara lain dalam teknik intaglio di mana plat logam terlebih dahulu dibuat kasar permukaannya secara merata; gambar dihasilkan dengan mengerok halus permukaan, menciptakan gambar yang dibuat dari gelap ke terang. Mungkin juga menciptakan gambar hanya dengan mengkasarkan bagian tertentu saja, bekerja dari warna terang ke gelap. Mezzotint dikenal karena kualitas tone-nya yang kaya: pertama, karena permukaan yang dikasarkan secara merata menahan banyak tinta, menghasilkan warna cetak yang solid; kedua, karena proses penghalusan tekstur dengan menggunakan burin, atau alat lain menghasilkan gradasi halus untuk mengembangkan tone.

Metode mezzotint ditemukan oleh Ludwig von Siegen (1609-1680). Proses ini dipakai secara luas di Inggris mulai pertengahan abad delapanbelas, untuk mereproduksi foto dan lukisan.
cetak saring

Cetak saring dikenal juga dengan sablon atau serigrafi menciptakan warna padat dengan menggunakan teknik stensil. Mula-mula seniman menggambar berkas pada selembar kertas atau plastik (kadang-kadang dipakai juga film.) Gambar kemudian dilubangi untuk menciptakan stensil. (Bagian yang berlubang adalah bagian yang akan diwarnai.) Sebuah screen dibuat dari selembar kain (asalnya dulu menggunakan sutra) yang direntangkan pada rangka kayu. Selanjutnya stensil ditempelkan pada screen. Kemudian screen diletakkan di atas kertas kering atau kain. Tinta dituangkan di sisi dalam screen. Sebuah rakel dari karet digunakan untuk meratakan tinta melintasi screen, di atas stensil, dan menuju ke kertas atau kain. Screen diangkat ketika gambar sudah ditransfer ke kertas/kain. Tiap warna memerlukan stensil yang terpisah. Screen bisa dipakai lagi setelah dibersihkan.
cetak digital

Cetak digital merujuk pada image/citra yang diciptakan dengan komputer menggunakan gambar, teknik cetak lain, foto, light pen serta tablet, dan sebagainya. Citra tersebut bisa dicetak pada bahan yang bervariasi termasuk pada kertas, kain atau kanvas plastik. Reproduksi warna yang akurat merupakan kunci yang membedakan antara digital print berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Warna metalik (emas, perak) sulit untuk direproduksi secara akurat karena akan memantul-balikkan sinar pada scanner digital. Cetak digital berkualitas tinggi biasanya direproduksi dengan menggunakan file data ber-resolusi sangat tinggi dengan printer ber-presisi tinggi. Cetak digital bisa dicetak pada kertas printer desktop standar dan kemudian ditransfer ke art paper tradisional (misalnya, Velin Arch atau Stonehenge 200gsm). Salah satu cara mentransfer berkas adalah dengan meletakkan hasil cetakan menghadap permukaan, art paper kemudian diolesi dengan Wintergreen oil di belakang cetakan, kemudian dipress.

Sosiolog Jean Baudrillard memiliki pengaruh besar dalam seni grafis digital lewat teori yang diuraikannya dalam Simulacra and Simulation.